Friday, 19 December 2014

Indahnya Pemandangan dari Puncak Kiambang Sicincin

Membahas keindahan bentang alam ranah minang rasanya tidak ada habis-habisnya. Disini ada gunung, bukit, pantai, pulau, sungai, pedesaan, ngarai, bukit kapur, air terjun, hutan tropis, dll. Sebagai pemuda berdarah minang saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, seakan-akan Allah SWT menitipkan sepotong gambaran surga disini, saya tidak mengatakan surga akhirat, karena pasti satupun diantara kita belum pernah mampir disana, ini adalah surga dunia bagi saya yang hobi fotografi dan sangat mencintai alam.

Thursday, 18 December 2014

Pengalaman Terbang Pertama Kali ke Eropa (part 4)

Lanjutan cerita dari part 3

Landing di Abudhabi
Saya terbangun oleh suara dari kapten pesawat, dia mengatakan dalam bahasa inggris bahwa kami akan mendarat di Abudhabi Airport (AUH) dalam waktu beberapa menit lagi. Sayangnya kami tidak duduk dekat jendela, padahal saya sangat ingin melihat Kota Dubai, mana tau pesawat kami kami terbang diatas kota Dubai, karena dari aplikasi google maps saya lihat jarak Abu Dhabi dan Dubai itu berdekatan, sehingga bisa melihat Palm Island yang termayshur. Ya Sudahlah mungkin belum rezeki, mudah-mudahan dalam penerbangan kami ke Indonesia nanti kami bisa transit dan holiday semalam di Dubai, Aamiin ya rabb.

Pengalaman Terbang Pertama Kali ke Eropa (part 3)

Lanjutan dari cerita Part 2

Makanan di Pesawat
Menu yang diberikan untuk makan malam cukup bervariasi, bahkan bisa dibilang empat sehat lima sempurna, jika kita meminta susu sebagai minum nya. Ada nasi atau roti sebagai karbon nya, lalu daging atau ikan untuk protein nya, sayur dan buah untuk vitaminnya, serta susu untuk sumber vitamin dan mineralnya, kita pun boleh menambah air putih jika masih haus, pokoknya asyik dah  naik armada  full-service. (ndeso banget ya, hehehe)

Pengalaman Terbang Pertama Kali ke Eropa (part 2)

Lanjutan cerita dari part 1

Konter Imigrasi Soetta
Proses di imigrasi lancar jaya, tidak ditanya apa-apa oleh petugas imigrasi, mungkin karena visa kami tipe MVV sejenis Kartu Izin Menetap Sementara kalau di Indonesia, dan berlaku 4 tahun. Petugas imigrasinya mengucapkan Good Luck kepada istri saya.

Selesai di konter imigrasi kami harus scan lagi barang kami yang akan di bawa ke bagasi kabin, disini sudah tidak boleh lagi membawa minuman, ada sedikit kegaduhan di dalam ruang tunggu keberangkatan, seorang bule nampak tergesa-gesa ingin keluar ruang tunggu, rupanya dia mau keluar membeli air karena kehausan, mungkin dia tidak menyangka kalau di ruang tunggu keberangkatan tidak ada air, beda banget dengan bandara internasional lainya, yang menyediakan kran air siap minum di dalam ruang tunggu. Hal ini menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah kita, karena saya penulis, maka sudah menjadi kewajiban bagi saya menyampaikannya disini, mudah-mudahan pemerintah kita ada yang baca.

Ruang Tunggu
Cukup lama kami menunggu di ruang tunggu, saya pun jadi haus karena teringat peristiwa si bule yang lari-larian keluar ruang tunggu karena kehausan, Ada hasrat ingin izin keluar, tetapi malas karena terbayang bakalan sangat jauh keluar untuk membeli air, belum lagi harus melewati beberapa pemeriksaan lagi sebelum masuk ruang tunggu. Menahan haus adalah pilihan terbaik sambil menunggu panggilan ke pesawat.

Ilustrasi Pesawat A330-200, foto milik: website Etihad

Membicarakan pengalaman terbang tidak lengkap rasanya jika tidak membahas jenis pesawat nya. Saya sudah membayangkan bakalan naik pesawat berbadan lebar dengan deretan bangku 2-4-2 atau 3-4-3, di memori otak saya sudah berjajar foto-foto dari interior pesawat yang membawa jemaah haji, saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk segera naik ke atas pesawat.

Boarding time
Benar saja tidak lama berselang, kami sudah disuruh bersiap-siap untuk masuk ke dalam pesawat, untungnya lagi bagi yang membawa anak-anak diberikan antrian khusus, agar tidak berlama-lama berdiri. Bismilahirahmanirahimm, saya melangkahkan kaki pertama saya memasuki pesawat berbadan lebar sambil menggendong Fania, Mba Pramugari yang cantik berparas arab menyapa kami

Peta tempat duduk penumpang, foto milik: website Etihad

Jenis Pesawat
Ternyata pesawat yang membawa kami berasal dari pabrikan pesawat Airbus dengan Type A330-200. Pabrikan yang berbasis di Tolouse, Perancis ini merupakan pesaing Boeing yang berasal dari Amerika. A330-200 mempunyai deretan bangku 2-4-2 di kelas ekonomi yang kami naiki, kami duduk dibarisan paling depan yang langsung berbatasan dengan dinding pembatas Business Class. Alhamdulillah duduk dibagian depan sangat nyaman buat kaki karena mempunyai space yang luas, hanya saja saya tidak bisa menemukan layar untuk menonton yang biasanya tertempel di bagian belakang bangku penumpang di depan kita. Hmmm mau bertanya juga malu, Ya sudah nikmati saja perjalanan 18 jam ini.

Kapasitas penumpang A330-200, foto milik: website etihad

Setelah Take Off
Alhamdulillah pesawat take off dengan mulus, saya belum bisa tidur, masih melihat kiri-kanan memperhatikan keadaan pesawat, sambil membayangkan juga lamanya perjalanan ini apalagi tidak ada layar tv buat sekedar menonton  film atau melihat rekaman pertandingan bola, saya hanya bercakap-cakap dengan Fania dan si Bubu. Oya ada yang hampir terlupakan, ketika baru masuk pesawat di tempat duduk kami sudah tersedia, tools seperti gosok gigi, odol kecil, penutup mata, penyumbat telinga, selimut dan kaus kaki, juga sebuah headphone, saya masih bingung, sambil bergumam, ini alat buat apa ya?, layar videonya tidak ada kok malah dikasih headphone.

Selfie untuk mengusir kejenuhan
Tidak lama berselang Pramugari datang lagi membawa kereta dorong makanan, Jam 3 dinihari kami sudah disuguhi makanan, ini makan sahur diatas pesawat namanya, gumam saya. Kami pun ditawari mau makan daging kah atau menu vegetarian, tentu saja kami pilih daging agar values for money nya dapat, hehehe

Mari Makan
 Bersambung ke Part 3


Wednesday, 17 December 2014

Pengalaman Terbang Pertama Kali ke Eropa (part 1)

Feeling yang saya rasakan dari pengalaman akan terbang pertama kali ke Eropa adalah perasaan yang bercampur aduk. Senang karena akan melihat benua biru yang selama ini cuma bisa saya lihat di Televisi dan Internet. Sedih karena harus berpisah dengan keluarga besar dalam waktu yang cukup lama. Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi kami untuk jauh dari keluarga besar. Kami hanya bisa berdoa semoga dilimpahkan rezeki hingga bisa pulang ke Indonesia setiap tahun nya, Aamiin, kok jadi curhat gini ya ?


Keluarga Besar melepaskan kepergian kami di BIM Airport

Kembali ke judul kita, pengalaman pertama terbang ke Eropa, berarti fokusnya adalah ke pengalaman terbangnya, ingatkan saya kalau sudah mulai melebar. Tujuan tulisan ini dibuat sekedar berbagi pengalaman dengan Sobat Zoera, mudah-mudahan bisa menjadi panduan atau tips jika mendapat kesempatan untuk terbang ke Eropa.

Tiket sudah dibeli jauh-jauh hari sebelum berangkat, tiketnya disamakan dengan tiket si bubu yang sudah duluan dibelikan oleh pemberi beasiswa, walaupun termasuk mahal, kami memutuskan membeli tiket tersebut alasannya bubu ga mau kami berangkat dengan pesawat yang berbeda. Penerbangan pertama kami ke Eropa ini menggunakan jasa dari perusahaan penerbangan Etihad Airways, Perusahaan yang berbasis di Abudhabi, Uni Emirat Arab

Boarding Pass EY 471, 10 Sept 2014

Berangkat ke Bandara
Kami sudah tiba di Bandara Soekarno - Hatta jam sembilan malam, Meskipun jam keberangkatan kami jam 01.45 WIB, kami sengaja spare waktu agar tidak terlambat, apalagi check-in untuk keberangkatan internasional adalah tiga jam sebelum jam keberangkatan, berarti kami hanya menunggu sekitar dua jam empat puluh lima menit lagi untuk check-in di terminal keberangkatan Internasional ini. Kami sengaja membawa nasi untuk bekal makan malam sebelum berangkat. Kami makan di ruang tunggu sebelum masuk pintu check-in. Orang-orang di ruang ini lumayan ramai, banyak kejadian mengharukan yang kami lihat yangmana keluarga melepaskan kepergian anggota keluarganya yang lain dengan perasaan sedih. Alhamdulillah momen itu sudah kami lewati kemaren ketika keluarga besar kami hanya bisa mengantar hingga Bandara Internasional Minangkabau. sedangkan kami berangkat ke Amsterdam melewati Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.


Layar Informasi di terminal 2, foto milik : Link

Sebelum Check-in
Hari sudah menunjukkan jam sebelas malam, saya mulai memperhatikan di layar jadwal penerbangan untuk memastikan apakah loket untuk Etihad dengan kode penerbangan EY 471 tujuan Abudhabi sudah di buka, ternyata masih belum. Untuk menghilangkan kejenuhan menunggu, saya berjalan-jalan disepanjang koridor terminal 2, bubu memilih untuk duduk saja berharap bisa menidurkan fania.

Ruang Pengantaran Penumpang, Foto milik: Link 

Usai berkeliling terminal saya kembali ke tempat duduk bubu, saya mengambil makanan untuk mengganjal perut, iseng bubu pergi melihat layar informasi dan ternyata gerbang untuk check-in penerbangan kami sudah dibuka. Kamipun segera berkemas, 1 travel bag ukuran jumbo, 1 travel bag ukuran reguler, 3 tas punggung, dan 2 tas jinjing pun mengisi trolley kami untuk dibawa ke ruang check-in.

Ketika Check-in
Di dalam ruang check-in ternyata antrian sudah banyak, kami masih ragu apakah ini antrian penerbangan kami, lalu setelah melihat kode EY 471, kami pun segera mengambil posisi antri, saya dan bubu ngantri di dua baris antrian yang berbeda, berharap salah satunya lebih cepat sampai ke konter. kami melihat beberapa staf +Etihad Airways  datang dan mendekati orang yang sedang antri dan membantukan check in, dalam pikiran saya mungkin mereka VIP, teryata tidak. kamipun dibantu check in oleh staf tersebut, mereka meminta tiket, dan pasport kami, lalu kembali ke depan konter check-in, setelah dicheck-inkan, si petugas datang lagi mengantarkan boarding pass kami, tetapi kami tetap harus dalam antrian, karena mesti menyetor sejumlah tas ke bagasi check-in. sebuah pengalaman yang tidak pernah kami terima ketika terbang dengan penerbangan domestik.


Ruang Check-in, foto milik: Link

Setelah Check-in
Selesai Check-in kami pun bergegas menuju ruang tunggu keberangkatan penumpang, di pintu masuk nya kami bertemu konter imigrasi, lalu kami ikut berbaris di antrian tersebut...

Bersambung ke part 2

Friday, 12 December 2014

Tips: Gratis keliling Kuala Lumpur dengan Bus GO KL

Kuala Lumpur adalah kota paling favorit di Negara Malaysia berdasarkan penilaian turis pada penghargaan Travellers  Choice Tripadvisor 2014. Disini terdapat berbagai objek wisata mulai dari wisata budaya, wisata kota, wisata kuliner bahkan wisata belanja.

Thursday, 11 December 2014

Panduan Transportasi dari KL Sentral ke Bukit Bintang

KL Sentral adalah stasiun pusat dari enam sistem kereta api di Kuala Lumpur. Jika Sobat Zoera baru tiba di Bandara KLIA/KLIA2 dan hendak menuju pusat kota Kuala Lumpur maka bus atau kereta api yang membawa kita dari Bandara akan berhenti di KL Sentral, (Untuk mendapatkan panduan dari Bandara (Aiport) KLIA2 ke KL Sentral sobat Zoera bisa membaca nya di sini)

Video: Wow, Asyiknya tinggal di dalam Pesawat


Pengen nyoba tinggal di dalam pesawat beneran? Bisa masak, makan, mandi dan santai-santai di ruangan tamu nya?, sekarang bukan sekedar mimpi lagi, KLM dan airbnb, sudah mempersiapkanya cek video nya disini:

Wednesday, 10 December 2014

Bus dari Kuala Lumpur ke Singapura

Transportasi umum dari Kuala Lumpur ke Singapura, ada 3 pilihan: By Bus, By Train, By Plane, Karena judul nya sudah menyatakan naik bus, maka tanpa basa-basi mari segera kita bahas transportasi yang kita maksud:

Monday, 8 December 2014

How to Go To Den Haag Centraal from Schiphol (Transportasi ke Den Haag)

Belanda mempunyai jaringan transportasi yang tersistem dengan baik. Untuk transportasi antar kota kereta api merupakan satu-satunya pilihan terbaik, selain cepat biaya nya pun relatif murah. Jika teman-teman baru tiba di Schiphol Airport dan ingin ke Den Haag Centraal, tidak usah khawatir, tulisan ini akan menuntun teman-teman untuk sampai disana.

Saturday, 6 December 2014

Video: Akibat Tidak Bayar Airport Tax

Satu Pesawat Heboh, karena seorang penumpang menolak bayar airport tax, kok bisa? padahal seseorang yang belum bayar airport harusnya tidak bisa masuk pesawat. penasaran? 
tonton videonya disini




Wednesday, 3 December 2014

How to Go to Amsterdam Central from Schiphol

Belanda mempunyai jaringan transportasi yang tersistem dengan baik. Untuk transportasi antar kota kereta api merupakan satu-satunya pilihan terbaik, selain cepat, biaya nya pun relatif murah. Jika teman-teman baru tiba di Schiphol Airport dan ingin ke pusat Kota Amsterdam, tidak usah khawatir, tulisan ini akan menuntun teman-teman untuk sampai disana.

Monday, 1 December 2014

How to Go to Wageningen from Schiphol (Transportasi ke Wageningen)

Belanda mempunyai sistem transportasi yang tersistem dengan baik, untuk antar kota kereta api merupakan satu-satunya pilihan terbaik, selain cepat, biaya nya pun relatif murah. Jika teman-teman baru tiba di Schiphol Airport dan ingin ke Wageningen, tidak usah khawatir, tulisan ini akan
menuntun teman-teman :)