Friday, 19 December 2014

Indahnya Pemandangan dari Puncak Kiambang Sicincin

Membahas keindahan bentang alam ranah minang rasanya tidak ada habis-habisnya. Disini ada gunung, bukit, pantai, pulau, sungai, pedesaan, ngarai, bukit kapur, air terjun, hutan tropis, dll. Sebagai pemuda berdarah minang saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, seakan-akan Allah SWT menitipkan sepotong gambaran surga disini, saya tidak mengatakan surga akhirat, karena pasti satupun diantara kita belum pernah mampir disana, ini adalah surga dunia bagi saya yang hobi fotografi dan sangat mencintai alam.


pohon, sawah, gunung dan langit kala itu

Sewaktu tinggal di Sumatera Barat mulai dari saya lahir sampai saya tamat SMU, saya sudah beberapa kali singgah disini, tetapi waktu itu saya masih usia kanak-kanak, saya belum bisa menulis dan memoto, bukan belum bisa sih, tapi kameranya yang tidak punya, hehehe

Karena sangat terkesan akan pemandangannya, setiap saya lewat disini saya sangat ingin singgah sebentar hanya untuk sekedar menyegarkan mata dan otak, walaupun cuma lima menit, namun saya jarang sekali pakai kendaraan pribadi lewat sini, seringnya naik travel pas mau balik kerja ke Pekanbaru, jadilah saya cuma teriak-teriak dalam hati "Pak Supir, singgah lah sabanta disiko" lalu dia jawab "tampek istirahat awak indak disiko doh", saya langsung kaget kok dia bisa jawab ya?, kan saya nyuruhnya dalam hati, hehehe


Kamera mode panorama

Best View


Kembali ke Puncak Kiambang, puncak ini letaknya sangat strategis di jalan raya lintas Padang - Bukittingi KM 44, bahkan jalan raya ini juga jalan lintas sumatera. Jalan ini biasa digunakan untuk mereka yang mau ke Pekanbaru atau Medan dari Kota Padang. Puncak Kiambang ini berlokasi persis di Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.


rumah sawah


Hmmm


Untuk mencapai Puncak Kiambang, Sobat Zoera yang dari Bandara Internasional Minangkabau, bisa naik travel tujuan Bukittinggi, atau kalau mau sedikit berhemat bisa keluar bandara dengan ojek lalu naik bis umum tujuan Bukittinggi. Sementara utuk sobat Zoera yang berangkat dari Kota Padang bisa menggunakan bis umum atau travel yang berjejer di depan kampus UNP air tawar. Jangan khawatir dengan angkutan pulangnya, karena jalur Padang-Bukittinggi ini selalu ramai hingga malam hari.

petakan sawah


makan siang di pondok itu, asyik kali ya


Aktifitas yang bisa dilakukan disini tentu saja fotografi dan olahraga yoga, namun untuk olahraga yoga belum ada tempat yang representatif dan juga belum ada yang penginapan yang mengakomodir, mudah-mudahan pemerintah Kabupaten Padang Pariaman membaca tulisan ini dan segera merealisasikannya.

Selain fotografi Sobat Zoera bisa mencicipi masakan padang nan sangat tersohor hingga seluruh dunia dan jagad raya, *mulai lebay*, hehehe. Tidak lebay sebenarnya kami sudah membuktikan sendiri ketika makan siang disini. Nama rumah makan nya adalah Puncak Kiambang. Bagaimana dengan rasanya? wah jangan ditanya deh, "sabana lamak, samba-samba nyo!", saking enaknya, kami lupa memoto makananya, hehehe


sejuk mata memandang


Semoga persawahan ini tetap ada sampai nanti


Semoga saja yang punya lahan sawah di Kiambang ini tidak menjual lahannya dan  juga semoga tidak diperuntukan untuk perumahan atau semacamnya, mengingat lokasinya yang pas benar di tepi jalan lintas Sumatra. Jika saya ada duit saya akan beli lahan ini dan akan membiarkan persawahan ini tetap seperti ini, (ceilee...sok idealis ya!)

Kamus bahasa minang:
lamak=enak     samba=lauk pauk/sambal/gulai     sabanta=sebentar     disiko=disini     awak=kita     tampek=tempat