Wednesday, 17 December 2014

Pengalaman Terbang Pertama Kali ke Eropa (part 1)

Feeling yang saya rasakan dari pengalaman akan terbang pertama kali ke Eropa adalah perasaan yang bercampur aduk. Senang karena akan melihat benua biru yang selama ini cuma bisa saya lihat di Televisi dan Internet. Sedih karena harus berpisah dengan keluarga besar dalam waktu yang cukup lama. Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi kami untuk jauh dari keluarga besar. Kami hanya bisa berdoa semoga dilimpahkan rezeki hingga bisa pulang ke Indonesia setiap tahun nya, Aamiin, kok jadi curhat gini ya ?


Keluarga Besar melepaskan kepergian kami di BIM Airport

Kembali ke judul kita, pengalaman pertama terbang ke Eropa, berarti fokusnya adalah ke pengalaman terbangnya, ingatkan saya kalau sudah mulai melebar. Tujuan tulisan ini dibuat sekedar berbagi pengalaman dengan Sobat Zoera, mudah-mudahan bisa menjadi panduan atau tips jika mendapat kesempatan untuk terbang ke Eropa.

Tiket sudah dibeli jauh-jauh hari sebelum berangkat, tiketnya disamakan dengan tiket si bubu yang sudah duluan dibelikan oleh pemberi beasiswa, walaupun termasuk mahal, kami memutuskan membeli tiket tersebut alasannya bubu ga mau kami berangkat dengan pesawat yang berbeda. Penerbangan pertama kami ke Eropa ini menggunakan jasa dari perusahaan penerbangan Etihad Airways, Perusahaan yang berbasis di Abudhabi, Uni Emirat Arab

Boarding Pass EY 471, 10 Sept 2014

Berangkat ke Bandara
Kami sudah tiba di Bandara Soekarno - Hatta jam sembilan malam, Meskipun jam keberangkatan kami jam 01.45 WIB, kami sengaja spare waktu agar tidak terlambat, apalagi check-in untuk keberangkatan internasional adalah tiga jam sebelum jam keberangkatan, berarti kami hanya menunggu sekitar dua jam empat puluh lima menit lagi untuk check-in di terminal keberangkatan Internasional ini. Kami sengaja membawa nasi untuk bekal makan malam sebelum berangkat. Kami makan di ruang tunggu sebelum masuk pintu check-in. Orang-orang di ruang ini lumayan ramai, banyak kejadian mengharukan yang kami lihat yangmana keluarga melepaskan kepergian anggota keluarganya yang lain dengan perasaan sedih. Alhamdulillah momen itu sudah kami lewati kemaren ketika keluarga besar kami hanya bisa mengantar hingga Bandara Internasional Minangkabau. sedangkan kami berangkat ke Amsterdam melewati Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.


Layar Informasi di terminal 2, foto milik : Link

Sebelum Check-in
Hari sudah menunjukkan jam sebelas malam, saya mulai memperhatikan di layar jadwal penerbangan untuk memastikan apakah loket untuk Etihad dengan kode penerbangan EY 471 tujuan Abudhabi sudah di buka, ternyata masih belum. Untuk menghilangkan kejenuhan menunggu, saya berjalan-jalan disepanjang koridor terminal 2, bubu memilih untuk duduk saja berharap bisa menidurkan fania.

Ruang Pengantaran Penumpang, Foto milik: Link 

Usai berkeliling terminal saya kembali ke tempat duduk bubu, saya mengambil makanan untuk mengganjal perut, iseng bubu pergi melihat layar informasi dan ternyata gerbang untuk check-in penerbangan kami sudah dibuka. Kamipun segera berkemas, 1 travel bag ukuran jumbo, 1 travel bag ukuran reguler, 3 tas punggung, dan 2 tas jinjing pun mengisi trolley kami untuk dibawa ke ruang check-in.

Ketika Check-in
Di dalam ruang check-in ternyata antrian sudah banyak, kami masih ragu apakah ini antrian penerbangan kami, lalu setelah melihat kode EY 471, kami pun segera mengambil posisi antri, saya dan bubu ngantri di dua baris antrian yang berbeda, berharap salah satunya lebih cepat sampai ke konter. kami melihat beberapa staf +Etihad Airways  datang dan mendekati orang yang sedang antri dan membantukan check in, dalam pikiran saya mungkin mereka VIP, teryata tidak. kamipun dibantu check in oleh staf tersebut, mereka meminta tiket, dan pasport kami, lalu kembali ke depan konter check-in, setelah dicheck-inkan, si petugas datang lagi mengantarkan boarding pass kami, tetapi kami tetap harus dalam antrian, karena mesti menyetor sejumlah tas ke bagasi check-in. sebuah pengalaman yang tidak pernah kami terima ketika terbang dengan penerbangan domestik.


Ruang Check-in, foto milik: Link

Setelah Check-in
Selesai Check-in kami pun bergegas menuju ruang tunggu keberangkatan penumpang, di pintu masuk nya kami bertemu konter imigrasi, lalu kami ikut berbaris di antrian tersebut...

Bersambung ke part 2