Thursday, 18 December 2014

Pengalaman Terbang Pertama Kali ke Eropa (part 2)

Lanjutan cerita dari part 1

Konter Imigrasi Soetta
Proses di imigrasi lancar jaya, tidak ditanya apa-apa oleh petugas imigrasi, mungkin karena visa kami tipe MVV sejenis Kartu Izin Menetap Sementara kalau di Indonesia, dan berlaku 4 tahun. Petugas imigrasinya mengucapkan Good Luck kepada istri saya.

Selesai di konter imigrasi kami harus scan lagi barang kami yang akan di bawa ke bagasi kabin, disini sudah tidak boleh lagi membawa minuman, ada sedikit kegaduhan di dalam ruang tunggu keberangkatan, seorang bule nampak tergesa-gesa ingin keluar ruang tunggu, rupanya dia mau keluar membeli air karena kehausan, mungkin dia tidak menyangka kalau di ruang tunggu keberangkatan tidak ada air, beda banget dengan bandara internasional lainya, yang menyediakan kran air siap minum di dalam ruang tunggu. Hal ini menjadi pekerjaan rumah buat pemerintah kita, karena saya penulis, maka sudah menjadi kewajiban bagi saya menyampaikannya disini, mudah-mudahan pemerintah kita ada yang baca.

Ruang Tunggu
Cukup lama kami menunggu di ruang tunggu, saya pun jadi haus karena teringat peristiwa si bule yang lari-larian keluar ruang tunggu karena kehausan, Ada hasrat ingin izin keluar, tetapi malas karena terbayang bakalan sangat jauh keluar untuk membeli air, belum lagi harus melewati beberapa pemeriksaan lagi sebelum masuk ruang tunggu. Menahan haus adalah pilihan terbaik sambil menunggu panggilan ke pesawat.

Ilustrasi Pesawat A330-200, foto milik: website Etihad

Membicarakan pengalaman terbang tidak lengkap rasanya jika tidak membahas jenis pesawat nya. Saya sudah membayangkan bakalan naik pesawat berbadan lebar dengan deretan bangku 2-4-2 atau 3-4-3, di memori otak saya sudah berjajar foto-foto dari interior pesawat yang membawa jemaah haji, saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk segera naik ke atas pesawat.

Boarding time
Benar saja tidak lama berselang, kami sudah disuruh bersiap-siap untuk masuk ke dalam pesawat, untungnya lagi bagi yang membawa anak-anak diberikan antrian khusus, agar tidak berlama-lama berdiri. Bismilahirahmanirahimm, saya melangkahkan kaki pertama saya memasuki pesawat berbadan lebar sambil menggendong Fania, Mba Pramugari yang cantik berparas arab menyapa kami

Peta tempat duduk penumpang, foto milik: website Etihad

Jenis Pesawat
Ternyata pesawat yang membawa kami berasal dari pabrikan pesawat Airbus dengan Type A330-200. Pabrikan yang berbasis di Tolouse, Perancis ini merupakan pesaing Boeing yang berasal dari Amerika. A330-200 mempunyai deretan bangku 2-4-2 di kelas ekonomi yang kami naiki, kami duduk dibarisan paling depan yang langsung berbatasan dengan dinding pembatas Business Class. Alhamdulillah duduk dibagian depan sangat nyaman buat kaki karena mempunyai space yang luas, hanya saja saya tidak bisa menemukan layar untuk menonton yang biasanya tertempel di bagian belakang bangku penumpang di depan kita. Hmmm mau bertanya juga malu, Ya sudah nikmati saja perjalanan 18 jam ini.

Kapasitas penumpang A330-200, foto milik: website etihad

Setelah Take Off
Alhamdulillah pesawat take off dengan mulus, saya belum bisa tidur, masih melihat kiri-kanan memperhatikan keadaan pesawat, sambil membayangkan juga lamanya perjalanan ini apalagi tidak ada layar tv buat sekedar menonton  film atau melihat rekaman pertandingan bola, saya hanya bercakap-cakap dengan Fania dan si Bubu. Oya ada yang hampir terlupakan, ketika baru masuk pesawat di tempat duduk kami sudah tersedia, tools seperti gosok gigi, odol kecil, penutup mata, penyumbat telinga, selimut dan kaus kaki, juga sebuah headphone, saya masih bingung, sambil bergumam, ini alat buat apa ya?, layar videonya tidak ada kok malah dikasih headphone.

Selfie untuk mengusir kejenuhan
Tidak lama berselang Pramugari datang lagi membawa kereta dorong makanan, Jam 3 dinihari kami sudah disuguhi makanan, ini makan sahur diatas pesawat namanya, gumam saya. Kami pun ditawari mau makan daging kah atau menu vegetarian, tentu saja kami pilih daging agar values for money nya dapat, hehehe

Mari Makan
 Bersambung ke Part 3