Thursday, 18 December 2014

Pengalaman Terbang Pertama Kali ke Eropa (part 3)

Lanjutan dari cerita Part 2

Makanan di Pesawat
Menu yang diberikan untuk makan malam cukup bervariasi, bahkan bisa dibilang empat sehat lima sempurna, jika kita meminta susu sebagai minum nya. Ada nasi atau roti sebagai karbon nya, lalu daging atau ikan untuk protein nya, sayur dan buah untuk vitaminnya, serta susu untuk sumber vitamin dan mineralnya, kita pun boleh menambah air putih jika masih haus, pokoknya asyik dah  naik armada  full-service. (ndeso banget ya, hehehe)


Pramugari khusus anak
Selesai makan malam, terlihat seorang pramugari berpakaian ala baby sitter datang dan mendekati fania untuk menanyakan kabar, fania tampak malu-malu, lalu pramugari tersebut memberi fania satu tas kecil yang berisi majalah, buku gambar dan crayon. Fania terlihat senang dan langsung mewarnai buku gambar tersebut.


mewarnai gambar

buku gambar dan majalah

Hiburan di Pesawat
Sementara Fania sudah asyik dengan buku gambarnya, saya dan bubu masih bingung mengisi waktu yang tersisa, saya melihat ke deretan penumpang sebelah, lah kok dia ada monitornya? dia dapat dari mana ya? saya menanyakan itu ke bubu. Bubu mulai memperhatikan bangku kami dengan seksama dan tara..., ternyata monitornya terletak di sandaran tangan kami, tetapi dalam posisi terlipat, sehingga kami tidak menyadari keberadaan si monitor tsersebut sebelum nya, hahaha (ndeso again). Kami ketawa-ketawa kecil mengingat peristiwa tadi, gara-gara malu bertanya ke pramugari, alhasil kami hanya melongo-longo saja hampir tiga jam perjalanan, untungnya penumpang sebelah mengeluarkan hidden monitor tersebut.


Begini penampakan monitor lipat nya

Fania pun bergabung bersama kami untuk menonton film-film kartun favoritnya, sementara saya mendengar lagu-lagu light jazz sambil berharap bisa segera mengantuk. Perjalanan yang kami lalui sudah memasuki empat jam perjalanan, masih ada sekitar lima jam lagi hingga tiba di Abudhabi untuk transit dua jam dan melanjutkan perjalanan ke Amsterdam dengan maskapai yang sama.

Fania akhirnya tertidur juga
Bersambung ke Part 4