Sunday, 22 February 2015

Review Penginapan: Babylon Guest House, Bukit Bintang, Kuala Lumpur

Babylon Guest House akhirnya menjadi pilihan saya, setelah memakan waktu sekitar dua minggu membandingkan penginapan murah yang ada di Kuala Lumpur. Waktu dua minggu bukan waktu yang sebentar untuk menemukan penginapan yang cocok, hal ini saya lakukan karena memang harus mempertimbangkannya dengan sangat matang sebab dalam perjalanan kali ini saya akan meng-organize lima orang teman lainnya.


Guesthouse ini saya dapatkan dari situs pembanding hotel favorit saya yaitu Agoda, asyiknya di +agoda kita bisa menyaring penginapan yang akan kita cari menurut lokasi, tipe akomodasi, rating bintang, fasilitas dan nilai review dari mereka yang sudah pernah menginap di penginapan tersebut.

Alasan utama saya memilih guesthouse ini karena berlokasi di area yang menjadi favorit turis yaitu area bukit bintang. Area ini pun saya temukan setelah membaca beberapa pengalaman dari mereka yang sudah pernah berkunjung ke Kuala Lumpur. Di area bukit bintang suasana nya hidup sampai tengah malam, karena area ini memang diperuntukkan sebagai pusat turis, mau wisata kuliner ada food street yang bisa ditemukan di Jalan Alor dan buka hingga tengah malam, bagi penggila shooping jangan khawatir disinilah mal dan pusat-pusat perbelanjaan berada, capek keliling Kuala Lumpur disini banyak tersedia pijat refleksi, dan terpenting lagi bagi kami si pejalan hemat, karena disini juga banyak terdapat penginapan-penginapan murah, yang melengkapi semua alasan untuk memilih menginap di area Bukit Bintang.

Untuk menemukan lokasi Babylon Guest House sebenarnya tidak sulit, namun dari pengalaman saya sendiri, saya sedikit bersusah payah menemukannya dikarenakan ada pembangunan jalur MRT di area tersebut, beberapa jalan ditutup, sehingga saya kebingungan mengikuti peta yang sudah saya cetak dari Indonesia. Bagi sobat yang berencana menginap saya akan membantu menampilkan lokasi tepat guesthouse ini dan membuat rutenya dimulai dari stasiun Monorail Bukit Bintang seperti terlihat dari tampilan Google Maps di bawah ini: 

Stasiun Monorail Bukit Bintang ke Babylon Guest House

Babylon Guest House persisnya berlokasi di  Jalan Rembia lot 3, Begitu masuk jalan Rembia maka langsung terlihat tulisan Babylon Guest House. Penginapan ini bernuansa mesir kuno, ada patung Cleoptra dan Raja Firaun di pintu masuk nya, kebetulan resepsionis nya orang Indonesia, saya memperlihatkan bukti cetak verifikasi dari Agoda bahwa saya sudah membooking dan membayar untuk menginap disini.

Resepsionisnya lumayan ramah, dia mengajak kami bercakap-cakap, dia menceritakan kepada kami bahwa dia juga dari Indonesia dan sudah lumayan lama menetap di Kuala Lumpur, kami disuruh menunggu di lobi guesthouse dan dia pergi kedalam mengecek kesiapan kamar untuk kami, Jam di tangan sudah menunjukan pukul delapan malam waktu Kuala Lumpur, badan saya sudah mulai gerah, dan "kampung tengah" pun sudah protes minta diisi, terbayang sudah menu masakan melayu dan India yang tadi terlihat disepanjang jalan menuju ke hostel ini. Tidak berapa lama dia keluar dan memberikan kami kunci.

Ketika masuk kamar, saya langsung berganti baju dan menuju kamar mandi, sementara teman saya langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur double ukuran Queen, tempat tidurnya tidak terlalu sempit untuk kami yang berpostur asia tenggara yang hanya bertinggi badan 165 cm saja. Luas kamarnya cukup lah untuk tiduran dan ada space jalan di sisi kiri dan depan tempat tidur, Berikut penampakan kamarnya.

Kamar Double, foto milik Agoda
Di kamar kami ternyata disediakan teko pemanas air, wah cocok banget ni untuk pejalan hemat seperti kami, jika lapar mendadak atau budget mulai menipis bolehlah masak air panas untuk makan pop mie, atau untuk sekedar mengganjal lapar dengan sereal dan susu. Kamar mandinya juga tidak terlalu luas namun cukup untuk sobat yang mau membersihkan diri sambil berdiri atau duduk, dan tentunya tidak cukup jika mandinya sambil kayang dan goyang gangnam style.

kamar mandi di dalam, foto milik Agoda
Buat sobat Zoera yang pecinta wisata kuliner, maka stay di guesthouse ini adalah pilihan yang tepat, keluar dari pintu guesthouse kita sudah disambut oleh restoran India muslim yang menjual masakan india dan masakan melayu. harganya juga terjangkau. malah lebih mahal makan di pujasera yang ada di Pekanbaru. Bosan dengan masakan india dan melayu sobat Zoera boleh menjajal masakan china atau western di Jalan alor yang terkenal sebagai pusat wisata kuliner di Kuala Lumpur. Jalan alor ini berlokasi pas di sebelah kanan guesthouse ini, cukup berjalan sekitar seratus meter.

Puas berjalan seharian, sobat bisa langsung mengupload foto-foto selfi  dan cerita terbaru di halaman media sosial, sambil berbaring di ranjang kamar, Guesthouse ini sudah dilengkapi fasilitas Wifi, untuk password Wifi nya bisa ditemukan di Resepsionis. Bangun tidur jangan lupa untuk sarapan pagi karena harga sewa guest house ini sudah termasuk sarapan pagi.

Secara keseluruhan Guesthouse ini mendapat penilaian 8 dari skala 10, untuk lokasinya mendapat nilai 9, fasilitas berbanding harga nilai 8, kebersihan bernilai 7. Nilai ini Zoera berikan berdasarkan pengamatan kami sebagai "pejalan hemat" yang sangat terbantu sekali dengan adanya penginapan murah di lokasi strategis ini. Semoga review ini bisa membantu teman-teman dalam mencari penginapan di area Bukit Bintang.

Salam Travelling.

Related Post:
- Wisata Kuliner di Jalan Alor
- Panduan Transportasi dari KL Sentral ke Bukit Bintang
- Tips Keliling Gratis Kuala Lumpur dengan Bus Go KL