Wednesday, 4 March 2015

Review Penginapan: City Backpacker Hostel Singapore


Kebanyakan para backpacker menghindari yang namanya menginap di Singapura, karena selain terkenal sewa hotelnya mahal, biaya hidup di Singapura juga sangat mahal, bayangkan saja sebuah air mineral botol kecil bisa seharga Rp 20.000 dan untuk sebuah pop mie  bekal sarapan pagi siap-siap harus merogoh kocek hingga Rp 30.000, namun mengunjungi Singapura dalam waktu satu hari akan tidak maksimal karena terburu-buru sehingga tidak bisa menikmati perjalanan, maka menginap satu malam di Singapura adalah saran Zoera agar perjalanan backpacking sobat bisa lebih santai dan lebih banyak destinasi yang bisa dikunjungi.

Untuk menghemat budget maka menginaplah di hostel yang murah dengan harga rata-rata 25$ Singapura atau sekitar Rp 250.000 per orang. Kamarnya adalah dormitory atau sering juga disebut kamar asrama karena 1 kamar akan berisi enam sampai delapan tempat tidur single. di perjalanan kali ini kami berjumlah 4 orang, sempat ingin menginap di private room, tapi ternyata harganya sangat mahal, untuk satu private room kami menemukan yang termurah harga Rp 800.000/kamar dengan fasilitas hotel bintang 2, padahal dengan harga segitu kita sudah bisa menginap di hotel dengan fasilitas bintang lima di Pekanbaru.

Melalui situs pembanding hostel favorit kami +agoda  kami mencari hostel murah yang bersih serta tidak jauh dari lokasi merlion park, karena dari merlion park kita bisa dapat mengabadikan 3 bangunan keren sekaligus, seperti Esplanade, Singapore Flyer dan Marina Bay, apalagi dalam perjalanan kali ini Zoera membawa 3 teman yang hobi fotografi.

Pilihan kami jatuh ke City Backpacker Hostel, berlokasi di Hongkong Street no 18, Hostel ini berjarak sekitar 200 meter saja dari Stasiun MRT Clarke Quay, 200 meter dari Boat Quay dan 400 meter dari China Town. untuk ke Merlion Park cukup telusuri jalan ditepi Singapore River sejauh 1,2 kilometer, cukup jauh sih, tapi jika anda penggemar fotografi perjalanan ini tidak akan terasa jauh, karena sepanjang perjalanan kita bisa mengabadikan momen-momen bagus, seperti kawasan perumahan jadul ditepi sungai, patung anak-anak yang sedang melompat ke sungai, dan beberapa objek menarik lainnya. Bagi sobat yang hobi nongkrong di kafe lokasi ini sangat dekat sekali dengan deretan cafe-cafe dan restoran tepi sungai yang dipenuhi oleh turis. Jangan ditanya harganya karena kami sengaja "tutup mata" ketika melewati kafe-kafe ini.

City Backpacker Singapore tampak luar, foto milik Agoda

Bangunan hostel ini seperti "hotel ruko" di Pekanbaru. Ya, Kota Pekanbaru yang terkenal dengan sebutan "Kota Seribu Ruko" memiliki banyak hotel yang disulap dari sebuah ruko. bisa jadi idenya terinspirasi dari hostel di Singapura ini. Hostel City Backpacker Singapore ini menempati sebuah ruko bertingkat 3, kami kebagian kamar di lantai 2, kamarnya sangat sederhana tapi kebersihannya setara hotel berbintang di Indonesia. Untuk naik ke lantai atas kami sudah diwajibkan membuka sepatu, dan ditaruh di tempat penyimpanan sepatu, sehingga lantai tangganya saja sudah bersih dari kemungkinan kotoran yang menempel di sepatu.

kamar asrama 8 tempat tidur, foto milik Agoda

Kamar hostel kami terdiri dari delapan single beds, ketika kami masuk sudah ada seorang penghuni hostel, dari tampangnya seperti orang India, tetapi ketika bercakap-cakap denganya ternyata dia berasal dari kawasan amerika latin, dia bisa berbahasa inggris, namun dari dialek bicaranya sepertinya dia lama di India. Kamar hostel ini cukup dingin disiang hari ini mengindikasikan kalo pendingin udaranya nya berfungsi dengan baik, berarti tidur nanti malam akan sangat menyenangkan.


Locker tempat penyimpanan barang, foto milik Agoda
Kamar kami juga dilengkapi dengan lemari penyimpanan barang. Lemari penyimpanan ini merupakan hal yang penting bagi kami karena rombongan kami membawa peralatan kamera, walaupun tas backpack kami tidak muat masuk kedalamnya setidaknya perlengkapan berharga dan kamera bisa kami simpan disini, satu orang dapat satu lemari penyimpanan. Hal yang pertama kami lakukan adalah mencas hape dan kamera , tentunya kami sudah siap sedia dengan colokan yang cocok dengan colokan Singapura, informasi berharga yang kami dapat di blog travelling. *Terimakasih kepada travel blogger yang sudah share pengalamanya*


WC dan kamar mandi hostel, Foto milik Agoda
Untuk WC dan kamar mandinya terletak di luar kamar tetapi masih dilantai yang sama, disana juga disediakan beberapa wastafel, mereka hanya menyediakan handuk, untuk peralatan mandi lainya seperti; shampo, sikat gigi dan sabun, kita sendiri yang mempersiapkan.

Staff reservasi nya cukup ramah, begitu juga dengan staff yang mengurus kamar kami, mereka orang Bangladesh sudah lama tinggal dan bekerja di Singapore, kebetulan mereka beragama muslim, satu hal yang saya ingat dari mereka adalah ketika mereka bertanya, "Why the girls from Indonesia who comes to our hostel does not wear hijab, even many of them wear the sexy dress? Saya cukup surprise juga dia menanyakan hal itu, selanjutnya dia menyatakan bahwa muslim di Bangladesh itu pada umunya sudah menutup aurat. saya hanya menimpali begini: Maybe the girls who come to this hostel are not Muslim. :)

Overall Hostel City Backpacker Singapore ini mendapat penilaian 8 dari Zoera, nilai untuk location 8,5 karena berada di pusat kota, nilai value for money 7,5. kebersihan mendapat nilai 8, dan untuk keramahan staff mendapat nilai 8. Sekian review dari Zoera semoga bermanfaat, Salam Travelling !.

Related Post:
- Tips Gratis Keliling Kuala Lumpur


Dapatkan Harga Spesial untuk Hotel/Hostel Menggunakan Link Kerjasama Zoera dengan Booking.com
Klik Linknya DISINI