Thursday, 1 December 2016

Wisata Belanda; Pengalaman Unik Shalat Di Masjid yang dahulunya Gereja

Jika di Cordoba ada Masjid yang beralih fungsi menjadi Gereja, Sebaliknya di Amsterdam ada Gereja yang berubah fungsi menjadi Masjid, Inilah Masjid Fatih yang berlokasi di Jalan Rozengracht no 150, Amsterdam. Bangunan ini adalah bekas gereja yang sudah berdiri sejak tahun 1929, namun pada tahun 1971 Gereja ini ditutup dan beralih fungsi menjadi carpet & music hall, barulah pada tahun 1981, Islamic Foundation Netherlands membeli bangunan ini dan merubah fungsinya menjadi sebuah masjid.

Eksterior Masjid Fatih, Sumber: Wikipedia
Dari penampakan luar masjid ini masih berbentuk gereja, karena memang tidak mudah mendapatkan izin untuk merubah bangunan tua di kota Amsterdam, selain itu biaya yang relatif mahal juga menjadi salah satu alasan. Penasaran dengan interior nya? yuk kita masuk kedalam; 




Interior masjid ini masih mengadopsi bangunan gereja hanya simbol-simbol agama aja yang dihapus dan ditukar. Shalat di dalam masjid ini sungguh mengesankan; memberikan pengalaman unik menghadap tuhan di bangunan yang dahulunya adalah gereja.

Saya rekomendasikan masjid ini untuk dikunjungi oleh sobat traveller yang berkunjung ke kota Amsterdam, karena lokasinya yang sangat dekat dari stasiun Amsterdam Centraal hanya 14 menit perjalanan menggunakan tram no 13 atau 17.

Mencari Resto Halal di Sekitar Grand Place

Salah satu tantangan seorang muslim dalam travelling di negara Eropa adalah menemukan tempat makan halal, untuk mengakali ini biasanya saya bawa makanan sebelum berangkat, namun jika keadaan tidak memungkinkan maka usaha kedua yang harus sobat lakukan adalah menemukan resto yang mempunyai sertifikat halal. Bagaimana caranya? sobat bisa googling tempat makan di lokasi wisata yang akan dikunjungi seperti: "Halal Resto at Grand Place, Brussel". Salah satu restoran yang pernah saya coba adalah Chicken Way. Restoran ini hanya berjarak sekitar 150 meter dari Grand Place, jadi cukup berjalan kaki saja jika sobat sedang kelaparan.

Lokasi 

Menemukan restoran ini sangat gampang, jika sobat menghadap langsung ke bangunan Musee de la ville maka lokasi restoran tepat di jalan belakang gedung ini lalu belok kiri sekitar beberapa langkah dan andapun akan menemukannya, lokasinya disebelah kiri jalan. Untuk lebih memudahkan sobat saya akan melampirkan foto google map dibawah ini:




Setelah melihat foto ini, saya yakin sebagian sobat mungkin bertanya-tanya: "Ini beneran halal? tapi kok ada hiasan pohon natal nya?", jawabnya adalah; hiasan natal di toko itu sudah semacam budaya di Eropa, hiasan toko setidaknya berganti empat kali sesuai musim, dikarenakan winter identik dengan pohon natal, maka banyak pemilik resto yang menghiasi tokonya dengan pohon natal. Selain itu perayaan natal bagi masyarakat Eropa bukan lagi sekedar ritual keagamaan jadi sudah menjadi ritual budaya, jadi walaupun mereka tidak beragama kristen mereka masih memajang pohon natal, menyambut kedatangan sinterklas, dll. Contohnya di Belanda sendiri dimana tempat saya tinggal, Meskipun lebih dari lima puluh persen mereka berpaham Atheis, namun setiap natal selalu meriah dirayakan, karena sudah menjadi tradisi turun temurun dalam keluarga mereka.

Menu

Apa saja menu yang tersedia di restoran ini? Adakah nasi dimenunya? ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh wisatawan dari Indonesia, bagi mereka rasanya belum legkap jika belum makan nasi, Nah Alhamdulillah di restoran ini ada nasi nya, berikut foto-foto menunya yang saya copy dari facebook nya chicken way:






Semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman terutama bagi muslim traveller, karena sebagai seorang muslim kita harus menjaga diri kita dari asupan makanan yang tidak halal dan tidak thoyib.

Baca Juga: 

Pengalaman Unik Shalat di Masjid Yang Dahulunya Gereja
Menikmati Coklat Panas Terbaik di Brugge