Thursday, 2 February 2017

Iran dan Toleransi Beragama

Traveling ke Iran bener-bener merubah pandangan saya terhadap negara yang mayoritas penduduk nya beragama Syiah ini, Orang Iran itu toleransinya cukup tinggi, awalnya saya cukup heran, karena selama blusukan di sana saya menemukan beberapa tempat ibadah selain Masjid, yaitu gereja dan synagogue. Padahal saya tahu Iran ini adalah negara Republik yang berlandaskan agama, yang diberi nama Republik Islam Iran, wanita-wanita di Iran tidak boleh keluar tanpa menutup aurat dan aturan ini juga diberlakukan terhadap turis-turis baik muslim ataupun non muslim yang datang ke Iran, sebelum keluar pesawat cewek-cewek bule langsung memakai jubah dengan selendang.

Saya sendiri dua kali shalat di masjid di Kota Teheran, walaupun tata cara shalat saya berbeda, alhamdulillah saya tidak mengalami yang namanya teror atau intimidasi, padahal ini yang paling saya khawatirkan sebelum memberanikan diri berangkat ke Iran. Satu jam saya sengaja stay di masjid tersebut, karena penasaran dan ingin melihat bagaimana mereka shalat, ibadah shalat mereka memang sedikit berbeda dengan shalat sunni, mereka meletakkan batu tepat di tempat sujud, dan ada beberapa gerakan shalat sunni yg mereka hilangkan dan tambahkan, sementara untuk durasi shalat tergantung personalnya, ada yg shalat terburu-buru dan ada juga yang khusyuk.

So pesan saya, jangan lah terhasud oleh ajakan kebencian terhadap syiah, Kita tahu mereka berbeda dengan kita, yang harus kita lakukan adalah memperlakukan mereka seperti kita memperlakukan saudara kita yang juga berbeda seperti Kristen, Katolik, Hindu dan Budha yang selama ini hidup aman dan damai di republik tercinta ini. Mungkin ada yang tidak setuju dengan pernyataan saya ini, dan biasanya mereka akan bilang: "Tapi kan Syiah itu bungkusnya seperti Islam, justru ini lebih berbahaya". Untuk pernyataan ini, komentar saya adalah: "Persiapkan diri kita dengan iman yang kuat" karena yang bisa kita kontrol itu adalah DIRI KITA bukan pengaruh yang berasal luar diri kita, contoh: dulu internet ditakuti karena bisa menyebarkan paham westernisasi dan merusak pemikiran anak-anak. Benar ! kalau anak-anaknya tidak dibekali ilmu agama yang kuat, dan lihatlah sekarang justru jika internet kita manfaatkan untuk kebaikan, kita malah bisa belajar agama dari internet, banyak yang ekonominya terbantu dengan jualan online, dan dari internet banyak pekerjaan-pekerjaan dimudahkan, Jadi intinya adalah "Bagaimana kita menaklukan pengaruh yang datang dari luar diri kita"

Tambahan informasi lagi, satu tahun ini saya tertarik mencari informasi tentang syiah, terutama setelah travelling ke iran, syiah juga ada yang radikal, pemimpinnya ada di London, syiah ini agak-agak mirip dengan "Islam Radikal", setiap pidato pemimpinnya selalu teriak kafir kepada yang tidak sejalan dengannya, syiah ini juga terang-terangan menanamkan kebencian terhadap sunni, syiah ini selalu melaknat para sahabat dan istri nabi. Sepertinya syiah inilah yang patut kita waspadai, karena berfikiran radikal dan "sengaja diciptakan" untuk menambah konflik dengan Muslim di seluruh dunia.

Sekali lagi pesan saya kepada teman-teman jangan pernah mau di adu domba, hasil dari tumpukan kebencian adalah PERANG, dan kita lihat perang bukanlah sebuah SOLUSI, Kita tentu tidak mau negeri tercinta ini seperti negara suriah yang karena konflik antara pemerintah dengan pemberontak ditambah lagi beberapa negara luar yang ikut campur. Lihatlah sekarang bagaimana keadaannya?, teman kami yang orang Aleppo sering menangis karena sekarang dia sudah tidak punya hometown lagi; kota Aleppo yang indah jadi hancur dan rata dengan tanah, tidak ada lagi rumah sakit, sekolah, kantor dll, jutaan penduduk menjadi korban, banyak warga sipil yang terdiri dari wanita dan anak-anak terbunuh, sedih sekali melihatnya, sebagian mereka lari ke eropa mencari tempat yg lebih aman, dalam perjalanan mereka banyak yang meninggal karena kelaparan, tenggelam dan tidak kuat menghadapi suhu dingin di Eropa.


Suasana shalat di salah satu masjid di kota Teheran