Wisata Kapal Pesiar Di Sungai Seine (Seine Cruise)


Sungai Seine adalah sebuah sungai utama di Prancis bagian barat laut. Sungai ini merupakan salah satu jalur lalu lintas air komersial dan juga menjadi sebuah tujuan wisata,
khususnya bagian yang terletak dalam kota Paris. Namanya berasal dari kata Sequanus dalam bahasa Latin.
Sungai ini membelah kota Paris menjadi dua bagian yang dalam bahasa Prancis disebut dengan istilah la rive droite ("tepi kanan") dan la rive gauche ("tepi kiri"). Yang dimaksud dengan tepi kanan adalah Paris Utara dan tepi kiri adalah Paris Selatan. Paris Utara lebih makmur daripada Paris Selatan.
            Berpesiar di sungai seine ini sangat ramai pengunjung dari berbagai kalangan wisatawan, dimana salah satu cara keliling kota paris yang praktis dan menyenangkan dengan menggunakan kapal pesiar sungai seine. Tidak hanya sekedar melihat-lihat pemandangan di sekitar Paris, namun disini kita juga dapat menikmati makan siang atau makan malam di atas kapal.  Banyak pilihan kapal pesiar sungai seine yang memungkinkan kita tetap bisa merasakan pengalaman berpesiar menjelajah sungai seine dengan harga miring, dan tidak perlu harus dinner/lunch. Berikut daftar pilihan kapal persiar sungai seine paris :
1.        Batobus

Batobus atau water bus adalah layanan shuttle boat yang menelusuri sungai seine di paris. Tiketnya tidak berlaku untuk sekali jalan, melainkan selama periode tertentu sesuai harganya, paling singkat sehari dan paling lama setahun. Batobus ini sangat pas banget sebagai alat transportasi bagi yang ingin menuju temmpat-tempat wisata tertentu dan berpesiar menelusuri sungai seine. Dinding samping dan jendela atap Batobus terbuat dari kaca sehingga memudahkan kita untuk melihat dengan jelas pemandangan sepanjang perjalanan.

2.       Bateaux-Mouches

Bateaux-Mouches yang artinya “fly boat” merupakan operator kapal pesiar dan perahu tur paling terkenal dan terbesar di paris. Bateaux-Mouches melayani tur wisata pesiar biasa, dinner cruise, dinner cruise plus pertunjukan cabaret dan privat cruise. Kapalnya memiliki 2 dek, satu terbuka dan satu tertutup, dek terbuka memiliki tempat duduk langsung beratapkan langit, sedangkan dek tertutup memiliki dinding samping dan atap kaca transparan.

3.       Bateaux Parisiens

Bateaux Parisiens juga pilihan yang tepat bagi yang ingin dinner romantis tau merayakan pesta ulang tahun di atas kapal pesiar sambil menikmati kota “City Of Light” Paris  pada malam hari. Namun untuk tur biasa Bateaux Parisiens harganya sedikit mahal disbanding layanan tur wisata pesiar lainnya. Bateaux Parisiens memiliki kapal tur pesiar yang stylish dan terkesan ringan, dengan dinding samping semi terbuka, atap kaca buka tutup dan frame minimalis kapal ini juga memiliki tempat duduk terbuka di bagian samping dan belakang kapal.

4.       Bateaux Vedettes du Pont-Neuf

Bateaux Vedettes du Pont-Neuf juga menjadi favorit para turis yang ingin berpesiar menelusuri sungai seine. Naik bateaux Vedettes du Pont-Neuf juga bisa memilih duduk di dek bawah yang terlindungi oleh kaca transparan atau diatas dengan tempat duduk yang terbuka.

5.       Vedettes de paris

Vedettes de paris juga alternative lain untuk berpesiar menelusuri sungai seine dengan biaya yang murah karena kapal ini selalu menyediakan diskon. Vedettes de paris memiliki 5 buah kapal dan melayani aneka jenis pesiar, seperti pesiar tur biasa, pleasure cruise, light meal cruise, champagne testing cruise dan children cruise.

6.       Yachts de paris

Yachts de paris khusus untuk melayani dinner yang ekslusif, di atas kapalnya kita dapat menikmati suasana dinner romantis dengan santapan lezat dan  atmosfir yachts yang sekaligus mewah dan classy.

nah kalau sudah di Paris , jangan lupa untuk singgah kesini yaa..
sayang banget kalau dilewatkan !! ...

10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Ceoworld Magazine, negara-negara Eropa merupakan sejumlah besar tempat teratas dalam daftar paling mahal, dari beberapa negara yang ada didunia benua eropa ini lah yang banyak menghasilkan negara-negara yang biaya hidupnya tertinggi didunia. Peringkat didasarkan pada lima kategori berbeda yang dipelajari, dengan data yang berfokus pada biaya hidup, sewa, harga bahan makanan, biaya makan di luar dan daya beli. Data kemudian ditambahkan ke dalam indeks, menggunakan New York City sebagai kontrol untuk mengukur setiap tujuan. Majalah Ceoworld mengumpulkan data dari berbagai studi, indeks harga konsumen, data biaya hidup dan sumber media internasional. Kisaran biaya hidup yang difokuskan pada termasuk tagihan, transportasi, pakaian dan akomodasi.
          
  Berikut adalah 10 negara yang biaya hidupnya paling tinggi di dunia :

1.        Copenhagen, Denmark

Meskipun negara ini terkenal dengan biaya hidup yang paling tinggi,  Denmark merupakan salah satu negara di Eropa yang dapat di jadikan sebagai tujuan mencari ilmu loh, biaya pendidikan di Denmark di gratiskan oleh pemerintah. Warga Denmark dapat menikmati pendidikan gratis mulai dari jenjang pendidikan sarjana, pasca sarjana, bahkan kedokteran. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berhak mendapat fasilitas perawatan secara gratis dan berkualitas. Program beasiswa ini focus pada program sarjana dan magister bagi pelajar di seluruh dunia, kecuali wilayah Uni Eropa, Area Ekonomi Eropa dan Swiss.
Beasiswa yang disediakan adalah beasiswa penuh dan beasiswa parsial, maksudnya, beasiswa dari pemerintah Denmark ini diberikan dalam bentuk keringanan biaya kuliah atau bantuan sebagian dan keseluruhan biaya hidup.
Tingginya harga kebutuhan di negara ini dipengaruhi oleh pajak. Pajak penjualan di negara ini mencapai 25 %, sedangkan pajak pendapatan 36 persen. Bahkan harga rata-rata roti saja sebanyak Rp 48.000, bahan bakar per liternya Rp 22.000.
2.       New York, Amerika Serikat
Biaya hidup di salah satu kota besar Amerika serikat ini seperti new York , cenderung  memiliki barang – barang mahal dan berkualitas, harga sejumlah kebutuhan pokok misalnya beras per kilogramnya Rp 55.000, Roti rata-rata seharga Rp 107.000,  ongkos transportasi di negara ini juga mahal tiket sekali jalan di hargai Rp 32.000, jika ingin berbelanja apalagi pakaian harus mikir-mikir dulu, kenpa? Karena contohnyaa saja celana jeans di negara ini menjualnya seharga enam ratus ribuan satunya, harga jual sepatu rata-rata sekitar 1 jutaan , beda sekali dengan negara kita di Indonesia.

3.       Paris, Perancis
Kota yang dinobatkan sebagai kota termahal di dunia yaitu kota yang sering disebut dengan kota yang paling romantis, dengan populasi sekitar kurang lebih 12,5 juta jiwa, biaya hidup di negara ini rata-rata mencapai Rp 1,04 miliar. Harga rata-rata roti Rp 91.000, biaya sekali makan sekitar Rp 185.000 , dan harga bahan bakar per liternya Rp 19.300 .

4.       Jenewa, Swiss
Biaya hidup di swiss termasuk tinggi, sebulan kita perlu menyediakan sekitar Rp 16-24 juta , untuk biaya tempat tinggal, makanan, transportasi dan kebutuhan lainnya. Kebanyakan mahasiswa membeli mkanan di supermarket dan hanya sesekali makan di luar, agar bisa menghemat biaya kebutuhan hidup selama tinggal dan kuliah disana.

5.       Seoul, Korea Selatan

Biaya hidup di negara ini semakin meningkat, ibukota korea selatan kini berada di urutan 6 tertinggi dari tahun sebelumnya di peringkat 50. Mulai dari harga tempat tinggal, harga makanan, transportasi dan lain-lain.  Jika dihitung-hitung biaya hidup perbulan disana  kurang lebih  sekitar  1,160,000 won atau Rp 13.410.660 .

6.       Jepang
Jepang merupakan salah satu negara paling maju di Benua Asia, bahkan dunia, negara ini memiliki segudang perusahaan kelas atas, mulai dari telekomunikasi, otomotif, hingga elektronik. Karena termasuk negara maju pastinya Negara ini termasuk juga negara dimana biaya hidupnya yang sangat tinggi atau terbilang mahal, salah satunya di Osaka, Osaka merupakan kota terbesar ketiga di Jepang. Letaknya ada di pulau Honshu, di bibir Sungai Yodo, Teluk Osaka dan memiliki populasi 2,7 juta orang. Biaya hidup di negara ini tidak kalah mahal dari negara-negara lainnya, Harga rata-rata roti bisa Rp 79 ribu, biaya bahan bakar per liter Rp 15.700. jika hendak tinggal di negara sakura ini kita harus menyediakan biaya sebanyak 6.760.000 yen atau sama dengan Rp 866.699.600 pertahunnya.
Selain Osaka, Tokyo juga salah satu hal yang sulit dijangkau akibat tingginya harga adalah tempat tinggal. Bahkan, hanya untuk sekadar sewa rumah atau apartemen saja, harganya tak terjangkau bagi warga menengah ke bawah. Jika berniat untuk tinggal dan melanjutkan studi ke kota ini ada baiknya kita juga dapat bekerja sampinngan, karena pendapatannya juga tinggi dan bisa membantu memnuhi kebutuhan hidup kita selama tinggal disana.

7.       Hongkong
         Negara dimana luas wilayahnya termasuk negara kecil, tapi ada 303 gedung pencakar langit yang berdiri megah. Menurut data Oxford Economics, harga properti di sana termasuk yang paling mahal di dunia yakni mencapai Rp 550 miliar. Tak hanya itu, soal makanan Hong Kong juga mematok harga tinggi. Hal ini dipengaruhi sektor pariwisatanya yang ramai kedatangan turis asing, terutama menjelang hari raya Imlek.
Biaya untuk sekali makan saja di negara ini bisa  mncapai Rp 95-160 ribu lebih.  Bahan pokok pun tidak kalah mahal, contohnya telu satu kilogramnya bisa seharga Rp 71.000, harga bahan bakar perliternya seharga Rp 30-36 ribu , sangatlah berbeda dengan negara kita .
8.       Singapura 
         Transportasi dan biaya utilitas tinggi membuat Singapura menjadi negara dengan biaya hidup paling mahal di dunia. Harga mobil bisa melambung karena pemberlakuan Sertifikat Pembagian Hak Singapura yang kompleks.  Akan tetapi  dalam kategori lain seperti kecantikan kebutuhan rumah tangga, Singapura jauh lebih murah dibanding negara sederajat. Harga beras disingapura sekitar Rp 27.000 per kilogram mahalnya harga beras karena beras impor. Harga bahan bakar per liter Rp 19.200.

19.    Zurich Swiss
         Menguatnya franc Swiss dibanding euro, menyebabkan harga kebutuhan jadi makin tinggi. Kota Zurich juga memegang predikat kota termahal kedua di dunia dalam daftar  Worldwide Cost of Living. Walau penduduk swiss tidak kaya raya akan tetapi penduduk disana sangat sejahtera, karena individu, swasta dan negara bekerja sama membangun kesejahteraan dengan hidup sederhana. Biaya hidup yang serba mahal membuat masing-masing warga terbiasa hidup sederhana demi memikirkan masa depan. Seperti yang kita ketahui Harga rata-rata roti Rp 75.500, harga rata-rata bahan bakar per liter Rp 20.000.


1.        Belanda



         Negeri kincir angin Belanda menjadi negeri dengan biaya hidup paling mahal sedunia urutan 10. Mahalnya biaya hidup di negeri ini sejalan dengan tingkat penghasilan masyarakat yang cukup tinggi yaitu rata-rata 2.220 euro per bulan atau sekitar Rp37,19 juta.
 


         Itulah sedikit tentang kehidupan dari berbagai negara yang biaya hidupnya begitu mahal. Walaupun mahal, setidaknya sesuai dengan fasilitas dan jaminan yang diberikan pemerintah, terlebih gaya hidup masyarakat di negaranya masing-masing yang cukup sederhana dan baik setidaknya dapat kita contoh juga loh.

Mengenal Sejarah Musee du louvre , museum louvre di paris

Sejarah Musee du louvre , museum louvre di paris
Museum Louvre ( dalam bahasa Prancis: Musée du Louvre, dalam bahasa Inggris: the Louvre Museum) adalah salah satu museum seni terbesar yang paling banyak dikunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre ini terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Prancis. Hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.
Museum ini berada di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Philip II. Sisa-sisa benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum. Bangunan ini diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre yang sekarang. Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi, meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan. Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture. Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya. Selama Revolusi Prancis, Majelis Nasional Prancis menetapkan bahwa Louvre harus digunakan sebagai museum untuk menampilkan karya-karya bangsa.
Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Kebanyakan karya tersebut diperoleh dari properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Prancis. Museum ini  ditutup pada tahun 1796 hingga 1801 karena masalah struktural dengan bangunan,. Jumlah koleksi museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée Napoléon. Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka. Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII dan Charles X, dan selama masa Imperium Prancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi. Pada tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi delapan departemen kuratorial.

Departemen Kuratorial
            Museum louvre memiliki koleksi lebih dari ratusan ribu karya seni dan memamerkannya dalam delapan departemen kuratorial, diantaranya :

1.     Koleksi Mesir Kuno

Departemen ini memiliki koleksi berjumlah lebih dari 50.000 karya seni, termasuk diantaranya artefak dari peradaban sungai Nil dari 4.000 tahun SM hingga ke-4 Masehi. Koleksinya merupakan salah satu yang terbesar di dunia, yang memberikan gambaran lengkap mengenai kehidupan masyarakat mesir pada masa Mesir Kuno, Kerajaan Pertengahan Mesir, Kerajaan Baru Mesir, Seni Koptik dan Aegyptus (Provinsi Romawi), Masa Ptolemic dan Periode Kekaisaran Romawi Timur.
Dijaga oleh Sphinx besar (dengan penanggalan 2.000 SM), koleksi ini ditempatkan lebih dari 20 ruangan. Beberapa koleksinya diantaranya koleksi seni, surat gulungan Papirus, mumi, peralatan, pakaian, perhiasan, permainan, alat musik, dan senjata. Koleksi dari masa Mesir Kuno diantaranya pisau Gebel el-Arak yang berasal dari 3.400 SM, The Seated Scribe, dan Kepala Raja Djedefre. Seni masa Kerajaan Pertengahan Mesir yang terkenal dengan karya emas dan patungnya, diwakili oleh patung dari Sekis yang menggambarkan Amenemhatankh dan patung pembawa benda pengurbanan. Seksi Kerajaan Baru Mesir dan Koptik Mesir juga memiliki jumlah koleksi yang lengkap. Namun patung Dewi Nephthys dan penggambaran Dewi Hathor dari batu kapur menunjukkan mengenai nilai sentimen dan kekayaan Kerajaan Baru Mesir.

2.    Koleksi Purbakala Timur Dekat

Departemen kedua yang terbaru berasal dari tahun 1881 dan memberikan gambaran mengenai peradaban Timur Dekat dan permukiman pertama di daerah tersebut, sebelum kedatangan Islam. Departemen ini terbagi menjadi tiga daerah geografis yaitu Levant, Mesopotamia (Siria, Irak), dan Kerajaan Persia (Iran). Koleksi ini berhubungan erat dengan koleksi hasil penelitian arkeologi seperti Penjelajahan Paul-Emile Botta pada tahun 1843 ke Khorsabad dan penemuan Istana Sargon II.
Museum ini memiliki benda pameran yang berasal dari sumeria dan Akkad dengan beberapa monument seperti monument milik Pangeran Lagash bernama Stele Of The Vultures yang berasal dari 2.450 tahun SM, dan batu prasasti (Stele) yang didirikan oleh Naram-Sin Raja Akkadia, untuk merayakan kemenangan di Gunung Zagros.

3.    Koleksi Yunani, Etruskan dan Romawi

Departemen ini memajang koleksi yang berasal dari mediterania dari masa neolitik hingga abad ke-6 Masehi. Koleksi ini mencakup periode Cycladic hingga keruntuhan Kekaisaran Romawi. Departemen ini merupakan salah satu yang tertua di Museum Louvre, dan koleksinya dimulai dengan pengumpulan koleksi oleh kerajaan, koleksi yang fokuskan departemen ini pada awalnya merupakan patung marmer, seperti Venus de Milo. Karya seperti Apollo Belvedere didatangkakn ketika masa perang yang dilakukan oleh Napoleon.
Tetapi, karya ini dikembalikan setelah kejatuhan Napoleon I pada tahun 1815. Pada abad ke-19, Louvre mulai mengumpulkan karya seperti vas dari koleksi milik Durand, benda-benda perunggu seperti Vas Borghese dari Bibliothèque nationale.
Koleksi masa awal departemen ini diwakili oleh perhiasan dan benda-benda dari batu kapur seperti Lady of Auxerre dari 640 SM dan tabung silindris Hera dari Samos yang berpenanggalan sekitar 570-560 SM. Setelah abad ke-4 SM, fokus terhadap bentuk manusia mulai meningkat. Hal ini terlihat dari patung Borghese Gladiator. Museum Louvre memiliki koleksi dari masa Helenistik, termasuk diantaranya Winged Victory of Samothrace (190 SM) dan Venus de Milo, yang merupakan simbolisme karya seni klasik.

4.    Seni islam

Koleksi seni islam merupakan departemen terbaru dari museum Louvre, yang mencakup masa selama 13 abad dan 3 benua. Benda yang dipamerkan oleh departemen ini adalah keramik, kaca, benda logam, kayu, gading, karpet, tekstil dan miniature, termasuk diantaranya 5.000 karya dan 1.000 tembikar. Pada awalnya, museum ini merupakan bagian dari departemen seni dekorasi, yang kemudian berpisah pada tahun 2003. Beberapa seni karya yang dipajang diantaranya Pyxide D’al-Mughira, sebuah kotak gading yang berasal dari abad ke-10 M Andalusia, Baptistery of Saint-Louis atau lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan Pembaptisan Saint-Louis, sebuah bejana kuningan berukir yang berasal dari abad ke-13 atau 14 M masa Kesultanan Mamluk (Kairo), dan Shroud of Saint-Josse atau Kain kafan Saint-Josse yang berasal dari abad ke-10 M Iran. Koleksi departemen ini juga diantaranya adalah tiga halaman Shahnameh, merupakan buku puisi karangan Ferdowsi yang ditulis dalam bahasa Persia, dan benda logam bernama Vas Barberini.

5.       Koleksi Seni Pahat

Departemen seni pahat mengkhususkkan diri terhadap karya yang dibuatnya sebelum tahun 1850 dan tidak termasuk ke dalam departemen Yunani, Etruskan dan Romawi. Museum Lourve merupakan tempat penyimpanan material pahat sejak lokasi museum tersebut masih berfungsi sebagai istana, tetapi hanya karya kuno yang dipajang hingga tahun 1824, kecuali karya Michelangelo yang berjudul Dying Slave dan Rebellious Slave.
Laborde mengembangkan seksi Abad Pertengahan dan membeli beberapa patung dan pahatan untuk menambah koleksinya, seperti Childebert I dan stanga door. Koleksi ini merupakan bagian dari Departemen Purbakala tetapi koleksi tersebut diberikan status mandiri pada tahun 1871 dalam masa kepemimpinan Direktur Louis Courajod, yang mengorgaanisasi koleksi untuk mengkhususkan terhadap karya Perancs. Pada tahun1986, semua hasil karya setelah tahun 1850 dipindahkan ke museum baru bernama Musée d'Orsay. Sebuah proyek bernama The Grand Louvre atau Louvre Agung, memisahkan departemen ini menjadi dua lokasi pameran. Koleksi seni pahat Prancis dipamerkan pada sayap Richelieu, dan karya seni asing pada sayap Denon.

6.       Seni Dekoratif

Departemen Seni Dekoratif (bahasa Prancis: 'Objets d'art') memiliki cakupan koleksi sejak abad pertengahan Eropa, hingga pertengahan abad ke-19 Masehi. Departemen ini pada awalnya merupakan bagian dari departemen seni pahat. Beberapa koleksi yang paling berharga diantaranya vas dan benda perunggu Pietre Dure. Koleksi Durand pada tahun 1825 menambahkan keramik, porselin yang dilapis dan kaca berwarna, selain itu sekitar 800 buah tambahan koleksi diberikan oleh Pierre Révoil.

7.       Lukisan
Koleksi lukisan Museum Louvre berjumlah lebih dari 7.500 lukisan yang berasal dari abad ke-13 Masehi hingga tahun 1848 dan diatur oleh 12 kurator. Hampir dua per tiga dari keseluruhan koleksi merupakan hasil karya pelukis Prancis, dan lebih dari 1.200 karya merupakan hasil pelukis Eropa Utara. Lukisan Italia mendominasi koleksi milik Francis I dan Louis XIV, beberapa lainnya merupakan karya seni yang belum dikembalikan sejak masa Napoleon, dan beberapa lainnya merupakan hasil pembelian. Koleksi milik Francis I, kebanyakan merupakan koleksi yang didapat dari pelukis Italia terkenal seperti Raphael dan Michelangelo, dan membawa Leonardo da Vinci ke istananya.

8.       Cetakan dan seni gambar
Departemen Cetakan dan Seni Gambar lebih memusatkan terhadap karya yang dilakukan di atas kertas. Asal dari koleksi museum in merupakan karya yang terdapat di koleksi kerajaan (Cabinet du Roi) yang berjumlah 8.600 buah, yang bertambah dengan pembelian yang dilakukan oleh negara, seperti pembelian 1.200 koleksi Fillipo Baldinucci pada tahun 1806, dan donasi. Deaprtemen ini dibuka pada 5 Agustus 1797 dengan 415 buah koleksi yang dipajang di Galerie d'Apollon. Koleksinya dibagi menjadi tiga seksi: inti, Cabinet du Roi, 14.000 pelat cetakan tembaga, dan donasi dari Edmond de Rothschild, termasuk diantaranya 40.000 cetakan, 3.000 gambar, dan 5.000 buku bergambar. Lokasi pameran diadakan di Pavillon de Flore; karena rapuhnya bahan kertas, hanya beberapa saja yang dipajang dalam satu waktu.